Minggu, 19 Mei 2013

JANGKRIK



Kalau kita mendengar  kata jangkrik, ingatan kita adalah untuk pakan burung  piaraan, untuk pakan ikan
Arwana, ikan Oscar dan untuk mincing. Di Indonesia ada lebih dari 100 jenis jangkrik  diantaranya jangkrik kebun, jangkrik upo, jangkrik jlitheng atau jrabang atau dikenal dengan nama jangkrik kalung atau jangkrik aduan. Ada juga jangkrik kliring atau jangkrik bering.  Kalau di Riau disebut  jangkrik  alam Ada juga yang menamakan  cingkariak atau sijontu
Sejak krisis moneter  tahun 1998, banyak orang mulai beternak jangkrik. Pada umumnya  ya  dijual untuk pakan burung piaraan, untuk pakan ikan arwana dan ikan Oscar dan untuk memancing
Jauh sebelum Indonesia merdeka, sebagian penduduk umumnya  yang  berdomisili  didesa desa  sudah terbiasa mengkonsumsi jangkrik bakar yang rasanya gurih seperti udang, bothok jangkrik, pepes jangkrik, rempeyek jangkrik  dan masih banyak lagi olahan jangkrik  lainnya. Namun saat masuk kezaman yang serba  instan seperti  sekarang ini, produk olahan jangkrik tak diingat lagi
Jangkrik kalung (grillus testaceus) adalah hewan dari kelompok (family) serangga (insect) yang sudah biasa dikonsumsi secara  turun temurun  dan menurut agama Islam juga tidak  diharamkan.
JANGKRIK HALAL DIKONSUMSI
Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia  (MUI) no 139/MUI/IV/2000 dinyatakan bahwa Jangkrik adalah serangga  sejenis  belalang yang tidak haram dan membudidayakan jangkrik untuk diambil manfaatnya, untuk dimakan atau dijual, untuk obat/kosmetik misalnya, hukumnya adalah mubah (boleh) sepanjang tidak menimbulkan  bahaya (mudharat)
Sampai awal tahun 2000 jangkik kalung masih belum diperhitungkan sebagai alternative sumber gizi dan senyawa  essensia l yang sangat dibutuhkan manusia padahal Nutrien  dan senyawa  yang terkandung dalam jangkrik kalung pada hakekatnya merupakan anugerah TUHAN YANG  MAHA  KUASA dialam semesta
Setelah dipelajari dan dikaji secara mendalam, ternyata  jangkrik  berpotensi  dimanfaatkan untuk  pembuatan berbagai produk pangan, pangan fungsional, food suplemen serta ramuan obat tradisional, yang  sangat  bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, stamina serta fitalitas pria dan wanita

Pada era tahun 2000-an, penelitian yang dilakukan oleh Ir Prayitno MSc (Dosen dan peneliti dari Universitas  Jendral  Sudirman Purwokerto),  ditemukan bahwa dalam tubuh jangkrik kalung terkandung berbagai  senyawa  essensial  seperti asam amino. asam lemak tak jenuh rantai panjng (OMEGA 3 dan OMEGA 6) serta  hormone testosteron  pada  jangkrik  jantan dan betina mengandung estrogen
Senyawa yang terkandung dalam jangkrik kalung ditinjau secara ilmu nutrisi, biokimia, dan fisiologi, ternyata berpotensi dimanfaatkan untuk menjaga, memperbaiki mempertahankan kesehatan, stamina, kebugaran tubuh serta  vitalitas pria dan wanita  diatas 40 tahun

1 komentar: